Sunday, August 13, 2017

Indahnya Prambanan dan Syahdunya Jazz di Indihome Prambanan Jazz Festival 2017

 



Perhelatan Indihome Prambanan Jazz Festival 2017 siap digelar pada 18, 19, dan 20 Agustus 2017 mendatang di komplek Candi Prambanan, Yogyakarta. Berbeda dengan sebelumnya, kali ini gelaran yang telah memasuki episode ketiga itu menyuguhkan konsep 90's Moment dengan menggandeng sederet musisi dan penyanyi yang populer di tahun 90-an.

Dalam siaran pers yang dikirim promotor Rajawali Indonesia Communication, Selasa (9/5/2017), disebutkan bahwa Andre Hehanusa, Katon Bagaskara, T-Five, Base Jam, Emerald, Lingua, Ada Band, The Groove, Ipang, Shakey, rif/, dan masih banyak lagi, dipastikan bakal mengisi panggung-panggung pertunjukan Prambanan Jazz Festival tahun ini.

Tak tanggung-tanggung, peraih nominasi Grammy Awards Sarah Brightman dijadwal menjadi penampil utama yang patut dinantikan. Sebagai bocoran, Sarah tercatat juga telah meraih 200 penghargaan platinum dan emas di lebih 40 negara di dunia, pelantun lagu "Time to Say Goodbye" ini akan tampil dengan iringan musik live orchestra.

Prambanan Jazz menambahkan tema art, music and culture yang diusung bukan tanpa alasan yang jelas. Di event kali ini Prambanan Jazz bakal dihiasi karya perupa-perupa terkenal Yogyakarta sekelas Ong Hari Wahyu, Heri Pemas dan Dipo Andy.
Prambanan Jazz akan tetap menggunakan dua panggung utama, yaitu panggung Hanoman sebagai panggung special show yang berada di area Lapangan Brahma dan panggung Rorojonggrang sebagai panggung festival show yang berada di area Lapangan Wisnu.

Penyelenggara sendri menyediakan lebih dari 30 ribu tiket yang sudah mulai bisa dibeli 15 mei 2017 melalui online di laman tiketapasaja.com atau offline di Parsley Jalan Kaliurang. Tiket akan dijual per day Rp. 250.000 dan tiket terusan Rp. 600.000. Untuk special show penonton diharuskan membayar kembali.

sumber:
http://entertainment.kompas.com/read/2017/05/09/182109010/.tumpah.ruah.artis.penampil.prambanan.jazz.festival.2017
http://krjogja.com/web/news/read/32262/Prambanan_Jazz_2017_Digelar_Tiga_Hari_Hadirkan_Suas

Tuesday, July 25, 2017

Ubud Village Jazz Festival 2017


Ubud Village Jazz Festival merupakan festival musik yang dirayakan di sekitar Ubud Bali, Indonesia.
Sejak 2010 Yuri Mahatma, seorang musisi, komposer dan guru musik dan juga seorang founder Underground Jazz Movement bersama Anom Darsana, direktur sekaligus owner dari ANTIDA Music Productions, telah bekerja sama untuk projek Jazz terbaik setiap tahun dengan tema yang berbeda.

Di tahun 2017 ini, UVJF menyuguhkan lineup yang lebih imajinatif dan eklektik, yang menyatukan para musisi dari berbagai variasi jenis musik mainstream, modern, tradisional dan Latin.Highlight dari Festival tahun ini adalah musisi muda berbakat Gerald Clayton Trio yang akan tampil dengan Joe Sanders (pemain bass) dan Gregory Hutchinson (pemain drum). Gerald telah empat kali dinominasikan oleh penghargaan bergengsi , GRAMMY. Clayton, yang memenangkan posisi kedua di ajang Kompetisi Piano Jazz Thelonious Monk Institute pada tahun 2006, juga memperoleh nominasi GRAMMY tahun 2010 untuk Best Improvised Jazz Solo atas karya aransemen Cole Porter “All Of You”.
Sementara “Battle Circle,” komposisinya bersama The Clayton Brothers, menerima nominasi Grammy untuk Best Jazz Instrumental Composition pada tahun 2011. Dia juga menerima nominasi GRAMMY pada tahun 2012 dan 2013 untuk Best Jazz Instrumental Album for Bond: The Paris Session (Concord) dan Life Forum (Concord), album kedua dan ketiganya.

"Festival kami tidak hanya menampilkan musisi besar dan band internasional serta nasional dalam dua hari, tetapi juga memberikan pengalaman yang mengesankan kepada para penonton dengan memberikan beberapa nilai tambah seperti desain lay out yang canggih namun membumi yang dirancang sedemikian rupa oleh tim arsitektur kami (Archimetriz Design) untuk memastikan bahwa penonton masih bisa merasakan kearifan lokal," Yuri Mahatma menjelaskan co-founder Ubud Village Jazz Festival melalui keterangan tertulis yang diterima  Liputan6.com.

Pembelian tiket bisa mengunjungi rajakarcis.com , loket.com dan go-tix

sumber :
 

Tuesday, May 2, 2017

BAJAFASH 2017


Event musik berskala internasional ini akan kembali digelar pada 13-14 Mei 2017 di Radisson Golf & Convention Center Batam. Para musisi jazz internasional akan ikut menghibur Anda di event ini. Sejak hari pertama digelar beberapa kegiatan menarik telah disiapkan untuk memeriahkan acara.


Bajafash 2017 merupakan kolaborasi antara musik dan fashion, sesuai dengan temanya, Batam Jazz and Fashion. Pada tanggal 13 Mei nanti, akan digelar dua talkshow dengan tema berbeda, makeup demo, dan designer runway exhibition. Selain itu, juga ada penampilan dari band lokal. Acaranya sendiri akan dimulai jam 1 siang.


Sementara, tema talkshow kedua adalah "How to Promote Music and Fashion by Digital Marketing" yang akan dibawakan oleh Fingerfast Laboratory yang berdiri sejak tahun 2002. Di hari kedua, Bajafash 2017 akan menampilkan penampilan dari beberapa musisi jazz dalam negeri dan internasional. Mereka adalah Sheila Majid, Asian Rhythm Project, Geliga, Lightcraft, Soukma, dan Ikkubaru.

Bajafash 2017 merupakan agenda tahunan Kota Batam yang telah memiliki daya tarik wisata tersendiri dan pelengkap keindahan Great Batam. Pihak penyelenggara juga telah berkerja sama dengan pihak hotel dan travel untuk memberikan kenyamanan wisatawan yang berkunjung.


untuk informasi lebih lanjut bisa menghubungi via instagram : bajafash dan tiket bisa didapat di www.rajakarcis.com

Monday, May 1, 2017

JAZZ GUNUNG 2017


JAZZ GUNUNG adalah pergelaran musik bertaraf internasional yang menampilkan komposisi jazz bernuansa etnik, digelar setiap tahun di daerah pegunungan. Para musisi tampil di panggung terbuka beratap langit dan berlatar alam yang indah. Perpaduan harmonis antara musik, alam, dan manusia sehingga dapat tercipta.

JAZZ GUNUNG membawa nuansa yang berbeda dalam dunia seni pertunjukan musik, serta menjadi ajang untuk mencintai kearifan alam pegunungan yang telah menjadi simbol budaya asli di nusantara.

JAZZ GUNUNG akan memberikan pengalaman lain untuk merayakan kemerdekaan Republik Indonesia. Musik Jazz adalah kemerdekaan berekspresi dalam bermusik, akan bersanding dengan tradisi budaya yang selalu disajikan dalam pagelaran jazz gunung. Selama delapan tahun penyelenggaraannya, jazz gunung diadakan di Amfiteater Jiwa Jawa Resort Bromo, Desa Wonotoro, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, dengan latar belakang keindahan pegunungan Tengger.

JAZZ GUNUNG BROMO digagas oleh beberapa orang yang sangat peduli terhadap dunia seni, yaitu Sigit Pramono, seorang bankir dan fotografer yang mencintai Bromo dan musik jazz, Butet Kartaredjasa, seorang seniman yang serba bisa dan Djaduk Ferianto, seniman musik yang kerap diundang pentas di mancanegara membawakan world music dengan ciri Indonesia yang kental.

Acara yang digelaran pada saat kemerdekaan Indonesia ini menampilkan banyak musisi nasional dan internasional diantaranya Paul McCandles with Charged Particles, Glen Fredly feat Ruth Sahanaya, Indra lesmana, Ring of Fire Project dan masih banyak lagi. Untuk informasi lebih lanjut dan pemesanan tiket, bisa mengunjungi www.jazzgunung.com


Friday, April 28, 2017

Jazz Atas Awan 2017


Festival Musik Jazz Dieng Negeri di Atas Awan merupakan Festival Musik Jazz yang berada di Suhu 0″C bahkan bisa minus untuk suhu Udara yang berada di Dieng Culture Festival di Dieng.Musim Panas di Wisata Dieng tidak ada henti nya menawarkan Wisata Alam, Kuliner, Culture, Budaya, dan yang satu ini Festival Musik Jazz di Wisata Dieng, untuk memanjakan mata dan telinga, Musim Panas Di Wisata Dieng berarti merupakan musim dingin ketika malam hari, suhu udara yang dingin di iringi lantunan musik jazz yang mengalun, romantis serasa tidak akan bisa di lupakan.


Festival Musik Jazz Wisata Dieng di acara Dieng Culture Festival bisa menjadi benang merah yang mengikat ke semua penonton dari berbagai Golongan, Daerah, Suku dan Ras, Festival Jazz Dieng meyuguhkan beberapa musisi Jazz dari berbagai daerah yang handal, tidak kalah menarik nya Festival Jazz Dieng ini berada di outdoor yang bisa di saksikan ribuan penonton yang selalu memadati area Konser Festival Musik Jazz Wisata Dieng.


Festival Jazz Atas Awan Wisata Dieng : Festival Jazz yang selalu di adakan setiap tahun sekali di Wisata Dieng menjadi sebuah agenda acara tahunan untuk memeriahkan Festival Budaya Culture di Dieng Plateau, dataran tinggi Dieng tempat wisata yang elok, exsotis, dan Cultural, sebuah tempat yang nyaman, indah, sejuk, damai dan bersahabat.


Festival musik jazz atas awan akan diselenggarakan pada malam pertama. Untuk menikmati musik jazz Dieng wisatawan harus menunjukkan tiket VIP dan nanti akan diberikan 1 buah jagung bakar dan 1 cangkir minuman purwaceng untuk menemani anda dalam menikmati festival musik jazz. Harga tiket VIP sendiri di Dieng Culture Festival yaitu Rp. 300.000.


Wisata Dieng Wonosobo dan Banjarnegara tidak henti hentinya di kunjungi wisatawan, di Festival Jazz ini untuk mendapatkan satu tempat untuk menikmati lantunan lagu dan aransemen musik yang mengalun romantis terdengar di telinga, wisatawan harus mendapatkan Tiket Vip Dieng Festival 2017, sekaligus menjadi salah satu peserta Dieng Culture Festival di tahun ini yang di selengarakan ke 8 kalinya, Segeralah dapatkan Tiket Festival Musik Jazz Wisata Dieng  Sebelum kehabisan.


Festival Musik Jazz Dieng merupakan salah satu festival tahunan yang selalu di meriahkan dengan varian musisi unggulan dari berbagai penjuru Nusantra, Musik Jazz di kolaborasikan dengan musikal budaya Dieng, menjadi sebuah musik yang sangat nyaman dan terlantun begitu apik terdengar di telinga, goyangkan kaki dan kepala anda ketika sedang menyaksikan musikal Jazz Atas Awan di Dieng dengan suhu yang sangat dingin menambah Suasana menjadi begitu damai. 

Untuk informasi lebih lanjut bisa mengunjungi website www.dieng.id atau di www.wisatadiengwonosobo.com


 

The 9th International Kampoeng Jazz 2017


The 9th International Kampoeng Jazz kembali memeriahkan konser jazz di Indonesia.
**--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------**
Setelah sukses menyelenggarakan The 8th International Kampoeng Jazz dengan menghadirkan dua artis internasional dan banyak artis nasional dengan disaksikan lebih dari 8000 penonton, akhirnya panitia penyelenggara (BEM Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran) siap menggelar The 9th International Kampoeng Jazz 2017. Event ini menjadi salah satu wadah tahunan untuk menyalurkan minat dan bakat mahasiswa terutama yang menyukai musik jazz di kalangan Universitas Padjadjaran dengan masyarakat sekitar. Dengan diadanya event ini diharapkan dapat menyatukan para menggemar musik jazz yang sangat sulit sekali mendapatkan hiburan jazz di Indonesia, khususnya di bandung akhir - akhir ini.
**--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------**
The 9th International Kampoeng Jazz mengusung tema "Our Home for Our Hometown". Tema tersebut akan membawa penonton yang hadir untuk mengingatkan kembali bahwa Bandung banyak melahirkan musisi - musisi berbakat. The 9th International Kampoeng jazz akan digelar pada sabtu, 29 April 2017 di Universitas Padjadjaran Jl. Dipatiukur, Bandung. Event ini turut dimeriahkan oleh Trio Lestari, Tulus, Kunto Aji, Take Two dari Singapore dan masih banyak lagi. Untuk informasi lebih lengkap bisa mengunjungi website nya di www.kampoengjazz.net , atau lewat twitter di @kampoengjazz dan instagram di @kampoeng_jazz. Untuk harga tiket on the spot Rp. 200.000 

Thursday, February 28, 2013

Java Jazz Festival 2013


Java Jazz Festival hadir kembali, kali ini dengan konsep yang lebih elegant, Java Jazz kali ini akan diselenggarakan tanggal 1 - 3 Maret 2013 di Jakarta International Expo, penonton dimanjakan dengan banyaknya artis yang akan mengisi acara dari mulai artis indonesia, hingga artis mancanegara, dan ada special show dari berbagai bitang jazz dunia, diantaranya :
adanya beberapa stage juga memanjakan seluruh penonton, diantaranya: Bromo Room, Massima Stage, Java Jazz Stage, D2 Djarum Super Mild Hall, dan masih banyak lagi tempat yang menarik.
Artis lokal yang mengisi diantara :


  • 4 Dekade - Oddie Agam & Friends with Twilite Orchestra
  • Abdul and The Coffee Theory
  • Aboda
  • Ade & Brothers
  • Aiko
  • Amanda and Friends
  • Andezzz
  • Andi Wiriantono & Friends
  • Andien
  • Anji
  • D'Masiv Jazz Project
  • Dewa Budjana
  • Dewi Sandra

    dan masih banyak artis - artis jazz lainnya, lengkapnya klik disini 

  • jadwal lengkap java jazz festival dapat dilihat disini





    Wednesday, October 17, 2012

    JAK JAZZ FEST 2012


    Jak Jazz atau Jakarta Jazz Festival adalah acara jazz festival tahunan yang menampilkan seluruh artis jazz terbaik di Indonesia dan beberapa artis jazz top dunia. Jak Jazz tahun ini bertemakan "Jazz The Way You Are". Jak Jazz akan diselenggarakan di Istora Senayan Jakarta (Indoor - Outdoor), pada 19, 20, 21 Oktober 2012.
    Artis - artis yang akan terlibat dalam Jak Jazz Festival 2012 diantaranya, yaitu:

    INTERNATIONAL ARTIST
    o INCOGNITO o MEZZOFORTE o JEFF LORBER FUSION feat. ERIC MARIENTHAL, SONNY EMORY & NATE PHILLIPS o CURTIS KING o CRACKERJACKS DIXIELAND o BORIS SAVOLDELLI ONE-MAN ACAPELLA o RTM JAZZ ORCHESTRA o and many more…

     
    INDONESIAN ARTIST
    IRENG MAULANA & FRIENDS o IDANG RASJIDI SYNDICATE o INDRA LESMANA o GILANG RAMADHAN o TOHPATI o INDRO HARDJODIKORO o DEWA BUDJANA o KIBOUD MAULANA o AFGAN o ANDIEN o IMANIAR o JEFFREY TAHALELE o BENNY MUSTAFA o BALAWAN o TOMPI o GLENN FREDLY o MARGIE SEGERS o CHASEIRO o MALIQ & D’ESSENTIALS o BARRY LIKUMAHUWA PROJECT o ERAMONO & NEW SPIRIT BAND o YANCE MANUSAMA & FUNKY THUMB o SYAHARANI & THE QUEEN FIREWORKS o LALA SUWAGES o SIERRA SOETEDJO o RIO MORENO LATIN COMBO o and many more…

     Selengkapnya dapat dilihat di http://adf.ly/DlsZK 

    jika yang ingin mengetahui jadwal lengkapnya bisa dilihat di http://adf.ly/DlsfH


    Thursday, August 23, 2012

    Dengan Jazz Dapat Mengharumkan Nama Indonesia

    Denga jazz dapat mengharumkan Indonesia, itulah yang dilakukan Syaharani, penyanyi jazz Indonesia. Syaharani yang memiliki nama lengkap Saira Syaharani Ibrahim (lahir di Batu, Jawa Timur, 27 Juli 1971; umur 41 tahun) adalah penyanyi jazz Indonesia. Perempuan berdarah Bone, Sulawesi Selatan yang akrab dipanggil Rani ini hingga 2006 telah merilis 3 solo album jazzy dan satu pop trip-hop (Magma). Dia juga mewakili Indonesia di North Sea Jazz festival 2001, produser album Magma dan Buat kamu (SQf), song writer, serta vocal arranger. Rani pun pernah menjadi bintang tamu dalam Al Jarreau, Iskandarsyah Siregar & Folks, Dave Koz, Keith Martin dan Yellow Jackets Indonesia concert bersama Fourplay. Tak hanya menyanyi, Rani juga menjadi aktris dalam teater musikal Madame Dasima, Gallery of Kisses di TIM Jakarta, film Garasi produksi Miles Film, serta membuat theme song dan vocal illustrator film “Betina” produksi 9 Palm Films (pemenang NETPAC Award Festival Film Asia 2006).

    Diskografi

    •    Love (1998)  ,    download full albumnya ---> http://adf.ly/C9HXD
    •    Magma (2002) ,  download full albumnya ---> http://adf.ly/C9Hgj
    •    Syaharani A Whiter Shade Of Pale (2004) , download full albumnya ---> http://adf.ly/C9HnM
    •    Buat Kamu (2007)  , download full albumnya ---> http://adf.ly/C9Hsz

    Tuesday, August 21, 2012

    Gitaris Jazz Indonesia Bergaya Touch Tapping Style

    I Wayan Balawan lahir di Gianyar, Bali, Indonesia pada tanggal 9 Sept 1973. Balawan mulai bermain musik sejak usia 8 tahun dan kemudian membentuk bandnya ketika masih di sekolah dasar. Balawan memainkan beberapa lagu Scorpions, Deep Purple dan Beatles. Berhubung bosan dengan musik rock, sesudah lulus sekolah Balawan pindah ke Sydney untuk belajar gitar jazz dan vokal di Australian Institute Of Music. Balawan juga memperoleh beasiswa selama 3 tahun untuk Diploma Of Music.
    Balawan menjadi dikenal di Sydney selama 5 tahun sampai akhirnya dia kembali ke kampung halamannya di Bali pada tahun 1997 dan kemudian membentuk band bernama Batuan Ethnic Fusion (Musik Etnis Bali yang dikombinasikan dengan musik Jazz). Album perdana Batuan Ethnic Fusion berjudul "Globalism" akhirnya dirilis.
    Balawan adalah seorang gitaris yang sangat berbakat dengan gaya permainan yang sangat khas, yang dikenal dengan teknik "Touch Tapping Style" (seperti halnya Stanley Jordan). Sebuah permainan yang memanfaatkan ke-delapan jari untuk memainkan tap pada fretboard. Sekilas permainan ini kelihatan seperti permainan piano: permainan bass, chord dan melody, semuanya dimainkan dengan jari kiri dan jari kanan... nyaris tanpa dipetik. Permainan Balawan terkesan sangat halus dan licin. Uniknya Balawan mendevelop sendiri tap independent di mana permainan jari kiri dan kanan bener-bener tidak ada hubungannya (berbeda sama sekali). Untuk mewujudkan hal ini, Balawan juga melatih teknik independent ini pada permainan drum. Sungguh merupakan sebuah kejutan ketika Balawan mendatangi studio milik Gitaris.com, ternyata Balawan merupakan seorang pemain drum yang cukup baik pula.
    Di Indonesia Balawan telah diakui sebagai salah satu gitaris terbaik di Indonesia, Balawan sudah sering mengisi acara TV di Indonesia dan tampil di Jazz cafe, Ubud (Bali) bersama bandnya Batuan Ethnic Fusion dan grup jazznya. Balawan adalah seorang guru gitar dan sering tampil di beberapa sekolah musik di Indonesia. Balawan juga diendorse oleh Ibanez dan Laney.
    Sebelumnya Balawan juga telah melakukan tour di Eropa: East Meet West Gitarren Festival Edekoben Germany 2000 Tour, tour ke 20 kota di Germany pada tahun 2001, tour ke Hell Blues Festival di Norway (Sept 2001) dan merilis album solonya yang diproduksi di Jerman pada tahun 2001.

    Tahun 2005 Balawan merelease album solonya yang berjudul
    Magic Fingers. Album yang setengah idealis dan setengah komersil ini tidak hanya menampilkan permainan instrumental gitar saja, namun menyajikan juga kemampuan olah vocal Balawan. Ia juga mendaur ulang beberapa lagu yang sempat ngehits di tahun 80-an seperti Semua bisa bilang ciptaan Charles Hutagalung dan Arti Kehidupan ciptaan Oddie Agam. Hits instrumental yang paling mengesankan adalah Mainz In My Mind yang sering dimainkan oleh Balawan di beberapa pertunjukannya. Pada saat merelease album ini Balawan telah menggunakan gitar double neck buatan pabrik gitar Stephallen yang asli Sidoarjo, Jawa Timur, yang juga mengendorse nya sebagai artis utama.
    Tahun 2006 ia juga pernah tampil dalam konser '5 Gitar Master' di Yogyakarta yang menampilkan Eet Sjahranie, Ian Antono, Eross Chandra, dan Ridho Slank.

    Ini download album Magic Fingers :

    Musisi Jazz Indonesia yang mendunia

    Nial Radhitia Djuliarso (lahir di Jakarta, 5 Februari 1981; umur 30 tahun) adalah seorang pianis jazz Indonesia yang bermukim di New York, Amerika Serikat, dan telah membukukan serangkaian prestasi internasional dari berbagai kompetisi musik jazz yang diikutinya di kawasan Amerika dan Eropa, baik untuk kategori piano solo, kelompok musik jazz hingga penulisan lagu.
     Karier Musik
    Dalam menjalankan karier sebagai musisi jazz, ia telah tampil di berbagai panggung prestisius dunia, termasuk North Sea Jazz Festival di Belanda, Montreux Jazz Festival di Swiss, Weill Recital-Carnegie Hall di New York, Alice Tully Hall di New York, dan Kennedy Center di Washington, DC.
    Di Amerika, panggung-panggung musik jazz yang telah menampilkannya antara lain Tony Williams Jazz Festival di New Jersey (tahun 2006, 2007), Chattanooga Jazz Festival di Tennessee (2005) dan Sarasota Jazz Festival di Florida (2000, 2001).
    Di Asia, ia antara lain telah tampil di Thailand Jazz Conference (tahun 2009), Mosaic Music Festival di Singapura (2006), Java Jazz Festival (2006, 2008, 2009) dan Jak Jazz Festival (2007).
    Di Thailand Jazz Conference 2009, selain tampil membawa kelompok musiknya yang berbasis di New York --"Nial Djuliarso Quartet", Nial juga datang sebagai juri untuk kompetisi jazz di negara tersebut.
    Sejak tahun 2005 hingga kini, Nial kerap menjalani tur musik bersama kelompok Artie Shaw Orchestra ke berbagai negara bagian dan kota di Amerika, antara lain Tennessee, Pennsylvania, Connecticut, New Hampshire, Philadelphia, North Carolina, South Carolina, Boston, Maryland, dan California.
    Dalam kurun waktu 2002-2006, Nial menjadi pianis tetap di Grand Hotel di Mackinac Island, Michigan, di mana ia bermain 7 malam setiap minggu dalam formasi piano solo, duo, trio, kuartet, atau septet dengan vokalis. Di New York, sepanjang tahun 2008 ia menjadi pianis tetap di Hotel Warwick di kawasan Manhattan.
    Ia juga telah tampil di klab-klab jazz serta restoran yang menyajikan musik jazz di Amerika maupun negara lainnya, antara lain di New York, Washington D.C., Memphis, Chattanooga, Boston, San Francisco, Philadelphia, New Jersey, Toronto (Kanada), Amsterdam (Belanda), Moskow (Rusia), Kuala Lumpur (Malaysia), Singapura dan Indonesia.
    Di Indonesia, Nial masih jarang tampil namun sudah mulai dikenal melalui dua album yang diproduseri oleh Gita Wirjawan melalui perusahaan rekaman Omega Pacific Production (OPP Records), yaitu "Nial Djuliarso at Juilliard" (tahun 2006) dan "New Day New Hope" (tahun 2008).

    download album "Nial Djuliarso at Juilliard" :

    Monday, August 20, 2012

    Top 10 Romantic Jazz Songs (Part 2)

    6. Norah Jones—“Come Away with Me”

    Released in 2002, the titular track from Norah Jones’s “Come Away with Me” made a huge splash among both listeners and music critics. The soft, seductive sound of Norah Jones’s voice, combined with the musical sophistication of the song, make it absolutely irresistible to lovers and dreamers alike.

    7. Sarah Vaughan—“Body and Soul”
     
    Much-admired singer Sarah Vaughan actually launched her career with this 1930 jazz standard, winning a talent competition with her performance at a theater in 1942. Often called “The Divine One,” Sarah Vaughan is often held up next to other seminal jazz singers such as Ella Fitzgerald and Billie Holiday.

    8. Tony Bennett—“Blue Velvet”
     
    With a voice softer than silk, Tony Bennet is considered to be one of the finest jazz crooners of the century. His performance of “Blue Velvet” is probably the signature version of the song, which has been enchanting listeners for over 60 years with its slow tempo and luscious lyrical imagery.


    9. Harry Connick, Jr.—“We Are in Love”

    Harry Connick, Jr. is perhaps the most important jazz singer of the contemporary era and has even been hailed as “a modern-day Frank Sinatra.” His performance of “We Are in Love” at the 1991 Grammy Awards enthralled the audience and rocketed him to stardom soon afterwards.

    10. Michael Bublé—“You And I”

    The most famous jazz vocalist to come from Canada, Michael Bublé is known for his ability to melt an audience with his voice. A singer of both old-fashioned and more modern tunes, Bublé gives a heartstopping rendition of Stevie Wonder’s 1972 hit (which is alternatively titled “You and I (We Can Conquer the World)”).